Manajemen Gedung Kesenian (GK) Rumentang Siang mengancam akan membubarkan diri. Hal itu disebabkan sejak tahun 2006, mereka tidak lagi mendapatkan kucuran dana operasional dari Pemprov Jabar. Sedangkan kucuran dana dari Pemkot Bandung terhenti sejak tahun 2007. Jika sampai akhir tahun 2008 kondisi ini tak berubah, manajemen GK Rumentang Siang akan membubarkan diri.

“Betapa berat kami harus bekerja tanpa dana operasional yang memadai, baik untuk gaji, perbaikan sarana dan prasarana, serta untuk menjalankan program kesenian yang telah kami rancang selama ini. Bubar adalah satu-satunya solusi yang terbaik bagi kami,” ujar Wakil Ketua GK Rumentang Siang, Tjetje Raska Mohamad, kepada “PR” di Jln. Baranang Siang No. 1 Bandung, Kamis (9/10).

Read the rest of this entry »

Arthur, “Ambil Model GKJ!”

27 Sep 2008 In: Kliping Media Massa

JIKA Bandung hendak menahbiskan dirinya sebagai Kota Seni Budaya, setidaknya ada 3 syarat yang perlu terlebih dahulu dipenuhi. Keanekaragaman potensi budaya, adanya kegiatan festival seni budaya yang teratur (periodik), dan banyaknya tokoh seni dan budaya.

Demikian termaktub dalam Laporan Eksekutif Kajian Model Pengembangan Seni dan Budaya Daerah Kota Bandung (kerja sama kantor Litbang dengan PT Belaputera Interplan) Tahun 2005.

Arthur S. Nalan, Ketua Bandung Art Culture Council (BACC) Kota Bandung mengatakan, ketiga batasan itu perlu ditambahkan lagi dengan adanya gedung pertunjukan kesenian yang representatif. Maksudnya, Bandung semestinya memiliki ruang pertunjukan yang memadai dalam hal kapasitas penonton serta fasilitas penunjang lainnya.

Read the rest of this entry »

SEBANYAK tiga puluh orang menandatangani manifesto. Mereka hadir dari beragam komunitas, yang ingin terlibat untuk menyelesaikan persoalan tentang sebuah babakan. Manifesto yang mereka tanda tangani sebagai penolakan terhadap rencana penggusuran Babakan Siliwangi.

Sebelumnya, puluhan anak-anak yang terbagi berbagai strata seperti murid sekolah menengah, home schooling, dan panti asuhan berkumpul di sekitar babakan yang rindang. Mereka mengunjungi beberapa petak rumah yang menjual lukisan. Tidak sekadar membeli, tetapi mereka belajar tentang lukisan. Salah satu semangat mereka adalah ingin pula bisa melukis di atas kanvas.

“Tempat ini memang menjadi tempat belajar anak-anak,” ujar Syarief Hidayat, Koordinator Sanggar Olah Seni (SOS) Babakan Siliwangi.

Read the rest of this entry »


Side News

  • 15 Seni dan Budaya Jabar Akan Dihakpatenkan
    JAWA Barat kaya akan seni, budaya, dan upacara adat, yang menjadi ciri khas sejak zaman dahulu. Dari 250 macam seni budaya maupun upacara adat yang ada, kira-kira 150 di antaranya masih aktif dan masih dipakai oleh warga Jabar. Semua kekayaan ... - #

Last Comment

  • Eric Senjaya: Terimakasih sudah memuat tulisan saya di situs ini. Semoga c...
  • Uloh: Memang jauh panggang dari api, Bandung dicanangkan kota buda...
  • Uloh: 2010 ditambah satu lagih kang Ep.... Kampung Seni Silokabud...
  • Dhany Irfan: Menurut saya, lebih mahal sewa artis untuk konser di lapanga...
  • Uloh: Yah.. begitulah yang terjadi kalau Seni Budaya Tradisional d...
  • Dhany Irfan: Sebuah negara bisa menjalin hubungan yang erat dengan negara...
  • Uloh: Mimi… Terakhir saya melihat langsung mimi Rasinah berlatih ...
  • Uloh: Heuheuy deudeuh..... Karinding..... Dari segi alat musik...
  • Dhany Irfan: dulu diajarkan di sekolah dasar. Dihafal di rumah, dan di te...
  • Dhany Irfan: Dahulu kala, kalau tidak salah tahun 1999, kita Grup Kesenia...
  • Eep: <blockquote>"Bahkan, Pemkab Tasikmalaya baru mengetahu...
  • Eep: Menurut saya, yang harus dipertahankan adalah nilai-nilai ya...
  • Uloh: Seni sebagai bagian dari budaya memang seharusnya berubah, s...
  • Eep: Informasi yang sangat menarik. Kalau untuk prosesnya sendiri...
  • D. S Nugraha Ardiwinata: Masih banyak lagi aset seni budaya yang harus di sertifikasi...
  • Eep: mudah-mudahan bisa digelar terus kegiatan seperti ini..

Upcoming Events